Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juli 2011

Jelang Indonesia vs Turkmenistan Rajakarcis Hanya Jual Tiket VVIP dan VIP Barat.



Indonesia vs Turkmenistan bisa dilakukan secara online lewat situs rajakarcis.com. Namun cuma tiket kelas VVIP dan VIP Barat yang bisa dibeli via online.

Ketika detikSport mengecek penjualan online tersebut pada, Selasa (26/7/2011), pukul 10.45 WIB, terdapat pengumuman bahwa yang tersedia adalah tiket kelas VVIP dengan harga Rp 500 ribu per lembar dan kelas VIP Barat seharga Rp 250 ribu per lembar.

Sementara untuk tiket kelas lainnya, yakni VIP Timur, Kelas I, Kelas II dan Kelas III, pembeli tetap harus datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno atau ke salah satu dari enam outlet rajakarcis yang terdapat di:

- Ibu Dibjo, Jl. Cikini Raya (belakang Texas Fried Chicken)
- Prambors Concept Store, Jl. Adityawarman
- Ticket Station, Business Park Blok B-17, Jl. Meruya Ilir, Kebon Jeruk
- RajaKarcis Manggarai, dekat Pasar Raya dan Halte Busway Manggarai
- RajaKarcis Sportsmall, Kelapa Gading
- RajaKarcis Pronto, Pondok Indah Mal 1, Lt 3

Seperti halnya penjualan di SU GBK, calon pembeli juga diwajibkan untuk membawa kartu identitas, baik saat membeli voucher tiket ataupun saat penukaran dengan tiket asli. Satu pembeli bisa membeli maksimal lima tiket.
See More Klik !

Minggu, 24 Juli 2011

Rambut Rasulullah SAW Tertinggal di Kerala, India?

KERALA - Dari sejumput rambut, polemik bergulir. Rambut itu diyakini adalah helai-helai rambut milik manusia agung Rasulullah SAW. Dalam kotak kaca, kini tersimpan rapi di India Selatan, tepatnya di kota Kerala.

Rambut yang diyakini sebagai rambut Rasulullah SAW
Dari mana asal rambut itu? Kelompok 'penjaga rambut' meyakini rambut itu berasal dari potongan rambut Rasulullah SAW saat melaksanakan ibadah haji. Beberapa orang yang berhaji bersama beliau memunguti rambut itu, dan menyimpannya secara turun temurun. Salah satunya, adalah leluhur tokoh agama terkemuka Kerala, Shaikh Aboobacker Ahmad.

Menjadi polemik, karena di situs tempat penyimpanan rambut itu, akan dibangun sebuah masjid agung berbiaya jutaan rupee. Sebagian mendukung pembangunan itu, banyak orang menentang.

Mengapa menentang? Mereka tak setuju jika situs itu nantinya dikeramatkan, dan jamaah menjadi syirik. "Mayoritas Muslim di negara telah menentang rencana ini karena terjadi benar-benar bertentangan dengan ajaran Nabi. Tidak ada dalil yang menyebutkan wajib membangun masjid untuk menjaga rambut Nabi dan tidak ada yang mencoba untuk melakukan bisnis dengan menggunakan rambut suci itu," kata kata MM Akbar, kepala editor bulanan majalah Samwadam Sneha, yang bertujuan untuk menyebarkan pesan Islam di Kerala.

Ia berbicara sebuah konferensi media internasional di Jeddah.

Pimpinan Jamaat-e-Islami Hind, Kerala, Ameer T Arifali, telah memperingatkan umat Islam di Kerala untuk waspada atas rencana untuk membangun sebuah masjid untuk pelestarian rambut Nabi Muhammad di Kozhikode itu. "Hal ini pada dasarnya merupakan upaya untuk melahirkan untuk sebuah kuil baru dalam Islam, yang benar-benar bertentangan dengan prinsip Islam," ujarnya.

Menurutnya, adalah tugas wajib dari gerakan reformis Islam di Kerala untuk mengalahkan upaya untuk membangun sebuah masjid di atas nama Nabi Muhammad. Masjid diproyeksikan bernama Masjid Sha're Mubarak ini akan dibangun megah oleh pengusaha setempat, AP Kanthapuram Abubacker Musliyar.

"Ini bukan waktu untuk mendiskusikan keaslian dan keaslian rambut. Membangun masjid di atas nama Nabi Muhammad bertentangan dengan ajaran dasar Islam, yang melarang semua bentuk fisik keilahian," kata Arifali.

Sumber
See More Klik !

Kamis, 21 Juli 2011

Bintang baru di alam semesta

Mungkin artikel ini repost, alias gak penting. Tapi yah sekedar mengingatkan bahwa ada "Bintang baru di alam semesta" yuk simak tulisannya :

Para astronom Eropa menemukan sebuah bintang yang dikelilingi tujuh planet. Ini merupakan penemuan eksoplanet terbesar sejak 15 tahun lalu. Bintang ini mirip dengan sistem tata surya. Meski begitu, belum ditemukan bukti bahwa tata surya itu layak menjadi tempat tinggal manusia kelak.



Bintang itu adalah HD 10180, berada pada jarak 127 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi bintang selatan Hydrus, ular air jantan, demikian laporan European Southern Observatory (ESO) dalam siaran pers Selasa (24/8/2010). Mereka mendeteksi lima planet besar, seukuran Neptunus, tetapi mengorbit dalam setahun antara enam hari dan 600 hari. Dua planet lain, yang satu seukuran Saturnus, mengorbit selama 2.200 hari. Sedangkan planet lainnya, 1,4 kali massa Bumi, mengorbit bintang HD 10180 hanya dalam waktu 1,18 hari Bumi mengitari Matahari. Jadi, ini merupakan sistem bintang dengan tujuh planet. Sedangkan sistem Matahari memiliki delapan planet. Astronom ESO, Christophe Lovis, mengatakan, ”Kita tengah memasuki era baru penelitian eksoplanet, studi tentang sistem planet yang kompleks dan bukan planet satu per satu.” Menurut NASA, sejak 1995, terdeteksi 402 bintang dengan planet-planetnya.

Sejauh ini tidak ada di antara planet-planet itu, meski mirip dengan Bumi, memiliki suhu yang memungkinkan adanya air dan kehidupan

Itu lah kebesaran Tuhan yang Maha Esa, Dia Maha Menghendaki. sekian "Bintang baru di alam semesta"semoga bermanfaat.
(sumber kompas 2010)
Menurut anda gimana keadaan planet itu sekarang???

See More Klik !

Senin, 11 Juli 2011

Asal Usul Sejarah Mesin Jahit




Asal Usul Sejarah jahit-menjahit dengan menggunakan jarum sudah dimulai pada awal-awal peadaban manusia.

Bahan jarumnya bermacam-macam.
Ada yang terbuat dari batu, tembaga, tulang ataupun gading. Jarum yang masih kasar itu digunakan untuk menyatukan kulit hewan menjadi pakaian.
Sementara benangnya yang digunakan dibuat dari otot hewan.
Jarum logam digunakan sekitar abad ke-14, yang merupakan jarum dengan menggunakan lubang yang umum dijumpai pada saat ini.

-Asal Usul Sejarah Penemuan Mesin Jahit
Pada tahun 1755, seorang imigran Jerman, Charles Weisenthal, yang tiggal di Inggris, mematenkan penemuan jarumnya yang khusus dirancangnya untuk sebuah mesin.






Charles Weisenthal





Sayangnya patennya tidak merinci mesin yang menggunakan jarum tersebut.


Berikutnya, seorang pembuat lemari asal Inggris, Thomas Saint yang juga mematenkan mesin jahit di tahun 1790.



Thomas Saint



Tidak diketahui apa Saint benar-benar membuat prototipe mesin yang digunakan pada saat itu, atau hanya sekedar mematenkan agar mendapatkan royalti, kelak jika mesin itu bisa dibuat.

Yang pasti, Thomas Saint merinci dalam patennya sebuah benda tajam yang dapat membuat lubang pada kulit dan memasukkan jarum pada lubang yang ada.
Selangkah lebih maju dari Weisenthal.
Namun reproduksi temuan Saint itu ternyata tidak bisa beroperasi.

Perkara Paten ini juga dilupakan oleh Balthasar Krems.



Balthasar Krems

Warga berkebangsaan Jerman ini menemukan mesin otomatis untuk menjahit topi di tahun 1810. Dia tidak mematenkan temuanya dan konon mesinnya tidak pernah berfungsi dengan baik.




Mesin Jahit Balthasar Krems





Upaya untuk membuat mesin jahit memang tidak pernah pudar.

Banyak pula yang akhirnya menyebabkan perang paten.
Namun tidak sedikit pula yang berakhir dengan kegagalan.
Contohnya John Adams Doge dan John Knowles dari Amerika.
Mereka berdua membuat mesin jahit pada tahun 1818 namun ujung-ujungnya mesin itu gagal saat digunakan untuk menjahit sejumlah kain.

Mesin Jahit yang bisa berfungsi diciptakan oleh Barthelemy Thimonier pada tahun 1830.






Barthelemy Thimonier





Mesin ini hanya menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait seperti jarum bordir atau sulam.

Sayangnya, temuan ini tidak memperoleh sambutan baik dari masyarakat.
Bahkan dirinya hampir terbunuh ketika sejumlah penjahit membakar pabrik garmen miliknya karena takut tersaingi dan menimbulkan pengangguran akibat temuan mesin jahitnya.

Kembali seorang Amerika mencoba membuat mesin jahit dan sukses ditahun 1834, yang bernama Walter Hunt.



Walter Hunt



Namun anehnya, dia tidak merasa bahagia dengan temuannya, karena dia merasa temuannya akan menimbulkan pengangguran.


-Mesin Jahit Elias Howe



Elias Howe



Puncak penemuan mesin jahit terjadi di Amerika Serikat yang ditemukan oleh Elias Howe.

Mesin buatannya menggunakan dua benang dari arah berlawanan dan memiliki jarum berlubang untuk benang di bagian ujung.






Jarum itu didesak menembus kain dan membuat semacam lengkungan benang di sisi bawah kain.

Sebuah benang dari arah lain disisipkan ke dalam lengkungan tadi.
Lalu kedua benang membuat jalinan yang mengunci kain.
Kabarnya temuan ini inspirasi dari mimpinya.






Mesin Jahit Elias Howe





Dalam mimpinya, perut Howe ditusuk oleh seorang kanibal dengan tombak dalam tidurnya.

Bentuk ujung tombak inilah yang dijadikan inspirasi buat menciptakan jarum yang sudah lama dicarinya.

-Perang Pematenan Mesin Jahit






Mesin Jahit Howe





Namun setelah penemuannya, Howe dihadapkan pada masalah dengan mempertahankan paten dan memasarkan temuannya.

Akhirnya dia berjuang selama sembilan tahun.



Isaac Singer



Perang paten sendiri pecah ketika Isaac Singer menemukan mekanisme naik turun pada mesin jahit dan Allen Wilson mengembangkan alat kait pemintal berputar.

Mesin jahit belum menjadi barang produksi massal hingga tahun 1850-an.






Mesin Jahit Isaac Singer





Setelah Isaac Singer berhasil membuat mesin jahit dengan jarum jahit yang bisa digerakkan kayuhan pedal kaki, maka kesuksesan penjualan mesin jahit secara komersial terbuka.

Sebelumnya, mesin jahit terdahulu menggerakkan jarumnya dari pinggir dan digerakkan dengan tangan.

Bagaimanapun, mesin Isaac Singer menerapkan mekanisme jalinan dua benang yang dipatenkan Howe.
Maka Elias Howe menuntut Isaac Singer atas paten yang serupa dan berhasil memenangkan perkaranya pada tahun 1854.
Sebenarnya Walter Hunt menerapkan jalinan benang dari dua sumber benang dan jarum berlubang.
Namun pengadilan memutuskan paten jatuh ketangan Howe setelah Hunt membatalkan patennya.

Jika Hunt tetap mematenkan temuannya, Elias Howe dapat dikalahkan dalam perkaranya dengan Isaac Singer.
Maka atas kekalahan itu, Isaac Singer harus membayar royalti paten Elias Howe.
Jika saja paten yang dimiliki warga Inggris, John Fisher ditahun 1844 itu tidak hilang, maka Fischer akan terlibat dalam perang paten mesin jahit.
Pasalnya mesin renda buatannya menerapkan mekanisme yang serupa dengan mesin Howe maupun Singer.

Keberhasilan dalam mempertahankan hak atas patennya membuat keuntungan Elias Howe melonjak tajam.
Pendapatan tahunannya yang semula 300 dolar Amerika menjadi lebih dari 200.000 dolar AS per tahun untuk saat itu.
Dalam kurun waktu 14 tahun (1854-1867), Howe mengumpulkan dana hingga 2 juta dolar AS atas temuannya.
Ia lantas menyisihkan sebagian kekayaannya selama Perang Saudara Amerika bagi Pasukan Infantri dan sebagian lagi sumbangan atas nama pribadinya.
See More Klik !